|
|
 |
|
 |
|
|
  - 13 May 2012 |
| 100 Remaja Kuras Sampah Kali Surabaya |
| | “Kali Surabaya banyak popoknya,\" Ujar Nadya Betari mahasiswa dari Kelompok Studi Lingkungan Universitas Airlangga bersama 100 mahasiswa yang dikoordinir oleh Rataract Surabaya Timur menguras sampah di Kali Surabaya,\" Semoga apa yang kami lakukan bisa menggerakkan warga untuk berperilaku memelihara sungai,\" Ujar Ajeng koordinator kegiatan |
| |
Air merupakan sumber kehidupan manusia. Keberadaan air seharusnya dipelihara sehingga dapat memenuhi kebutuhan air makhluk hidup, baik sekarang ataupun masa depan. Tetapi pada kenyataannya kondisi kali Surabaya, sebagai sumber daya air kota Surabaya, keadaannya sangat memperihatinkan.
Pencemaran yang terjadi di kali Surabaya baik dari limbah industri maupun limbah rumah tangga sudah sangat parah. Kegiatan mandi, buang air besar, mencuci baju, buang popok dan sampah rumah tangga, hingga pembuangan limbah industri menjadi satu di kali Surabaya.
Sebagai generasi muda, Rotaract Surabaya Timur bekerjasama dengan Ecoton, Kelompok Stusi Lingkungan UNAIR, dan Gastronome ITS mengadakan kegiatan KUKARA (Kuras Kali Surabaya) untuk membersihkan sampah dan melihat langsung keadaan kali Surabaya. Kegiatan ini dimulai dari jam 6 pagi dari PDAM Karangpilang sampai dengan Jembatan Rolak, Gunungsari dengan jarak tempuh sekitar 6 km.
Kegiatan dimulai pukul 7 pagi hari Minggu 13 Mei 2012 dengan menggunakan 10 perahu karet di depan instalasi pengolahan air minum (IPAM) PDAM Karang Pilang. Total peserta mencapai 100 orang dibagi dalam dua kloter, kloter pertama dari IPAM Karang Pilang hingga Kebraon, selanjutkan kloter kedua dari kebraon hingga Jembatan Tol Gunungsari.
Mengajak generasi muda untuk peduli akan kondisi kali Surabaya yang merupakan bahan baku utama persediaan air minum masyarakat Surabaya oleh pemerintah (PDAM), dengan cara terjun langsung ke lapangan. Dengan harapan dapat membuka membuka wawasan tentang kondisi nyata sehingga mendorong mereka untuk berkontribusi lebih dalam menjaga dan melestarikan kali Surabaya.\"Kami ingin melakukan kerja nyata membersihan sungai Surabaya dari sampah,\" Ujar Ajeng S. Club Service - Rotaract Surabaya Timur yang menjadi ketua dalam acara Kuras Kal Surabaya 2012.
Setelah melakukan penyusuran lebih dari 4 jam peserta Kurara berhasil mengumpulkan 30 kantung plastik besar berisi berbagai jenis sampah, dari ranting, Pembalut wanita, sadal, kasur, bantas, popok, bungkus plastik, kertas, bangkai hewan, bantal, dan sampah-sampah yang sudah berbauh busuk.
“Kali itu bukan tempat sampah, tetapi faktanya masyarakat sudah menganggap Kali surabaya menjadi tempat sampah”, Ujar Frederikson Tarigan dari Gastronome Arsitektur ITS Surabaya.
Sebagian peserta merasakkan bahwa air kali surabaya sudah sangat kotor yang diindikasikan oleh banyaknya kotoran manusia dan sampah yang mengambang si permukaan sungai Surabaya. “Gak tega, masak air seperti ini dijadikan bahan baku PDAM, gak layak deh kalo minum dari air sekotor ini! , Tiva dari KSL UNAIR.
Beberapa peserta yang antusias memulung sampah mengumpulkan popok dan mengeluhkan banyaknya warga yang membuang sampah ke Sungai.
dari pantauan ecoton ditemukan banyak popok yang mengapung di sungai baik yang soliter maupun tendem. \"Umumnya pembuang popok melakukan pembuangan secara tandem, yaitu dalam satu kresek berisi 6-8 popok bayi,\" Ungkap Heri Manthuk koordinator Pemulung kali Surabaya ecoton, Lebih lanjut Heri manthuk menyebutkan bahwa popok yang dibuang sangat menganggu kualitas air baik secara estetika maupun menurunkan kualitas air Kali Surabaya. dari penyusuran juga ditemukan fakta bahwa banyak popok yang bergelantungan diatas jembatan Karang Pilang.
Kegiatan KUKARA (Kuras Kali Surabaya) adalah kegiatan peduli lingkungan yang mengajak generasi muda untuk terjun langsung melihat kondisi lingkungan mereka dan ikut merawat serta menjaga kebersihannya, dalam hal ini adalah kondisi kali Surabaya
| | Pemasok: Prigi Arisandi |
Keterangan photo/gambar: peserta kukara melintasi tempat pembuangan sampah di tepi sungai |
|
|
|