Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah - 15 Nov 2011
84 Persen Ikan Kali Surabaya Alami Interseksual
Tingginya femiInisasi dipicu tingkat pencemaran di Kali Surabaya
Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) - Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah mendesak Pemkot Surabaya mengkaji ulang pemanfaatan air Kali Surabaya sebagai bahan baku air minum oleh PDAM.
Manager Bidang Penelitian dan Investigasi Ecoton, Riska Darmawanti mengatakan, pentingnya meninjau ulang pemanfaatan air Kali Surabaya sebagai bahan baku air PDAM Surabaya karena pencemaran di kali tersebut sudah sangat parah dan mengkhawatirkan. Penelitian sepanjang Juli hingga Agustus menunjukkan, terjadinya feminisasi ikan – ikan jantan berubah menjadi ikan betina sudah mencapai 84 persen.
“Tingginya femiInisasi dipicu tingkat pencemaran di Kali Surabaya,” katanya, kepada ecoton.com, Senin (31/10/2011).
Menurut Riska Darmawanti, terjadinya feminisasi pada ikan jantan membuat ikan jantan memiliki dua organ kelamin, yakni jantan dan betina atau ikan interseksual. “Anehnya, ikan-ikan tersebut dapat menghasilkan sel telur,” jelasnya.
Penyebabnya, karena ikan jantan terpapar oleh limbah urin perempuan yang mengkonsumsi pil kontrasepsi dan bahan-bahan kimia, seperti pestisida, PCB, logam berat, deterjen, plastilizer (bahan pembuat plastik), dan shampoo, serta obat-obatan kimia yang berperilaku menyerupai estrogen, hormon betina.
“Kromoson ikan jantan terususun atas kromosom X Y, sedang ikan betina kromosomnya X X. Nah, kromoson Y itulah yang umumnya gampang rusak dan tidak kuat sehingga rentan terhadap bahan-bahan pencemar di alam,” terang Riska Darmawanti.
Pemasok: Prigi Arisandi