Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah - 29 Jul 2011
96% IKAN KALI SURABAYA ALAMI GIZI BURUK
Menurut Riska Darmawanti tingginya tingkat pencemaran Kali Surabaya menyebabkan 96% ikan mengalami gizi buruk dan 85% kelamin ikan menjadi Betina.
Hasil sensus Ikan Kali Surabaya 7-14 Juli 2011 di Kali Surabaya yang dilakukankan oleh ecoton (lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah) bekerjasama dengan Perum Jasa Tirta I Malang menemukan fakta kerusakan kali Surabaya yang selama ini belum pernah di kaji. Penelitian yang dilakukan ecoton Dipimpin oleh Andreas Agus Kristanto Nugroho dan Riska Darmawanti ini dimulai dari Mlirip Mojokerto Hingga Gunungsari sejauh 39 Km ini tim peneliti menebarkan 1500 kali jaring dengan diameter 8 meter. Dari 1500 kali tebar jaring didapatkan 400 ikan dari 12 jenis yaitu Bader putih, Bader Merah, Keting, rengkik, jendil, papar, muraganting, kuthuk, montho, nila, seren dan pembersih kaca.

“Kali Surabaya telah mengalami kerusakan ekosistem yang sistemik karena, buruknya kualitas air telah menyebabkan perubahan kelamin ikan dan kerusakan fisik ikan,” Ujar Riska Darmawanti SPi, Tim Peneliti ecoton yang melaksanakan penelitian ini. Lebih lanjut Sarjana Perikanan Universitas Brawijaya Malang ini menyatakan bahwa Sensus Ikan 2011 ini menemukan fakta bahwa
1.85% ikan penghuni Kali Surabaya berjenis kelamin betina. Pencemaran limbah domestic telah menyebabkan peningkatan kemungkinan ikan berkelamin betina dibandingkan berkelamin jantan. Kondisi ideal di alam jumlah jantan mestinya lebih banyak dibandingkan betina. “jenis kelamin ikan betina yang mendominasi di Kali Surabaya ini diakibatkan tidak diolahnya limbah domestik rumah tangga yang berasal dari pemukiman di DAS Kali Surabaya,” ungkap Andreas Agus Kristanto Nugroho SSi, Ketua Peneliti Sensus Ikan ecoton. Lebih Lanjut Andreas Kristanti yang sedang mengambil studi S2 Biologi di Universitas Airlangga Surabaya ini menjelaskan bahwa limbah domestic dari pemukiman sebagian terdiri dari air seni perempuan yang mengkonsumsi Pil KB. Air Seni Akseptor pil KB mengandung hormone esterogen sintetis yang menjadi komponen utama Pil KB. Ketika air seni digelontorkan langsung ke Kali Surabaya tanpa melalui proses pengolahan maka air Kali Surabaya akan tercemar hormone esterogen sintetis. Pencemaran inikah dimungkinkan akan menyebabkan ikan jantan berubah menjadi ikan betina.
2.Hilangnya 6 Jenis ikan yang ditemukan pada tahun 2009. Sensus ikan 2011 hanya menemukan 12 Jenis ikan padahal pada sensus 2009 tim ecoton dan jasa Tirta I Malang masih Menemukan 18 jenis ikan. “jenis ikan yang sudah tidak ditemukan di Kali Surabaya adalah jenis ikan Sili, Berot, Bloso, Palung, Ramas dan Jambal,” ungkap Riska Darmawanti.
3. Hilangnya Daerah Perkembangbiakan ikan. Perubahan peruntukkan bantaran kali Surabaya dan tingginya tingkat pencemaran telah menyebabkan hilangnya daerah-daerah penting (habitat ideal) ikan.” Habitat ideal ikan adalah tempat yang banyak menyediakan sumbermakanan, tempat perlindungan dari serangan predator dan daerah yang nyaman untuk menaruh telur dan memijahkan anakan ikan,” Ungkap Andreas Agus Kristanto. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa daerah ini umumnya memiliki daerah bantaran yang banyak ditumbuhi oleh vegetasi seperti rumpun bamboo (barongan), namun ia menyayangkan bahwa daerah ini kini telah banyak hilang karena telah dialihfungsikan menjadi pemukiman dan tempat pembuangan sampah.
4. Kali Surabaya dipenuhi Popok bayi dan Pembalut Wanita. Memasuki wilayah Kali Surabaya hilir para penebar jaring selalu menemukan/menjaring popok bayi dan pembalut wanita.

5. Ikan Kali Surabaya kurang Gizi. Dari 350 ikan yang berhasil ditangkap hanya 13 ikan yang bisa dikategorikan sebagai ikan yang sehat, 337 ikan sisanya termasuk dalam kategori ikan gizi buruk. Ikan-ikan yang ditemukan di kali Surabaya mengalami Penurunan Gizi Ikan. Kualitas air yang tercemar limbah akan mempengarui pola makan ikan. sehingga apabila terjadi pencemaran yang berlebihan di Kali Surabaya selama 10 tahun terakhir menyebabkan penurunan gizi/nutrisi ikan. Untuk mengetahui status nutrisi ikan digunakan Nutrition Value Coeficient (NVC). Nilai NVC dapat menggambarkan tingkat pencemaran dan kesehatan ikan. Untuk perairan yang bersih atau belum tercemar dan ikan yang sehat nilai NVC > atau sama dengan 1,7. Sedangkan di Kali Surabaya hanya di daerah hulu yaitu kawasan Mlirip hingga Perning yang memiliki nilai NVC 1,7 sedangkan semua bagian sungai Kali Surabaya dari Wringinanom hingga gunungsari nilai NVC nya dibawah 1 (0,4-0,8) atau masuk dalam kondisi tercemar sedang hingga tercemar berat.

Tim Peneliti :
1. Andreas Agus Kristanto Nugroho
2. Riska Darmawanti
3. Prigi Arisandi
Pemasok: Prigi Arisandi