Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah - 09 Oct 2007
BOM WAKTU DI KALI KLINTER NGANJUK
Selama bulan Ramadhan ini warga Desa Kemaduh Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk selalu merasa tidak nyaman pasalnya setiap waktu Sahur dan berbuka mereka selalu ditemani oleh bau tak sedap yang berasal dari Sungai Klinter
Selama bulan Ramadhan ini warga Desa Kemaduh Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk selalu merasa tidak nyaman pasalnya setiap waktu Sahur dan berbuka mereka selalu ditemani oleh bau tak sedap yang berasal dari Sungai Klinter atau avoor 1 yang membelah desa kemaduh. Bau tak sedap ini ternyata disebabkan oleh endapan limbah yang ngendon hampir 20 tahun didasar sungai Klinter.Limbah ini berasal dari PT Jaya Kertas (Jaker) yang terletak di Jalan Raya Surabaya-Madiun tepatnya di Desa Nglawak Kertosono. Limbah yang dibuang PT Jaker berupa sludge ataupun serat-serat dari bahan baku kertas yang lolos dari screen dan unit pengolah air limbah.
Bahan baku kertas yang berasal dari kayu (selulosa) tergolong bahan organik sehingga apabila menumpuk pada suatu perairan maka akan mengendap didasar sungai, dampaknya akan terjadi proses anaerob oleh bakteri pengurai dalam ekosistem Kali Klinter, ujung-ujungnya Oksigen terlarut dalam air akan berkuran seiring berkembangnya jumlah bakteri pengurai bahan organik, dari hasil penguraian ini dihasilkan gas-gas yang menimbulkan bau tidak sedap seperti amoniak atau sulfur yang baunya menyerupai Maaf kentut. Sehingga setiap hari masyarakat Kemaduh dan desa-desa di 3 kecamatan (Baron,Patianrowo dan Kertosono) yang dilewati Kali Klinter sepanjang 6 Km beraktivitas dengan udara yang berbau kentut.

Pencemaran Timbal
Kondisi ini tentu tidak menyenangkan bagi warga. Kastamun 35 tahun warga kemaduh merasa prihatin dengan kondisi Kali Klinter yang terus merosot kualitasnya sehingga air sungai tidak lagi dapat mendukung kehidupan warga bahkan limbah dalam air Kali mulai merembes kesumur-sumur warga.
” Dampak limbah di Sungai ini sudah mulai mencemari sumur warga, bahkan tahun lalu peneliti Teknik Lingkungan ITS Surabaya dan Balitbangda Kabupaten Nganjuk sudah memberikan warning kepada warga yang tinggal disepanjang Kali Klinter untuk tidak mengkonsumsi air sumur yang berjarak 300 meter dari sungai,” Ujar Kastamun, lebih lanjut ia menjelaskan bahwa hasil penelitian ini menyatakan bahwa Sumur-sumur warga sudah tercemar oleh Logam berat Timbal (Pb).
Pada 15 Maret 2006 diterjunkanlah tim kementrian Lingkungan hidup yang dipimpin Oleh DR. Bambang Pramudianto untuk melakukan investigasi dan penelitian pencemaran di Kali Klinter.
Hasil Pemeriksaan Laboratorium Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) Surabaya atas air 4 Sumur Warga sepanjang Kali Klinter.
No Nama Pemilik Sumur Kandungan Pb
(mg/L) Baku Mutu
(mg/L) Keterangan
1. Ibu Sumali
RT 3 RW 6 Mentaos 0,30 0,05 Melebihi Ketentuan
2. Bapak Mulyadi
RT 1 RW 8 Bogo 0,36 0,05 Melebihi Ketentuan
3. Bapak Muharjo
RT 1 RW 2 Pandan Asri 0,3822 0,05 Melebihi Ketentuan
4. Bapak Suwito
RT 1 RW 2 Kemaduh < 0,0036 0,05 Dibawah
Ketentuan
Pengambilan Sample 15 Maret 2006 oleh Staff kementrian Lingkungan Hidup

Dari tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar sumur-sumur warga yang ada di DAS Klinter sudah terkontaminasi oleh logam berat Pb (timbal hitam). Kontaminasi logam berat di air sumur ini bisa terjadi karena proses yang sangat lama, karena umumnya dampak pencemaran memakan waktu puluhan tahun. Dengan indikasi ini sudah seharusnya Pemkab Nganjuk mengambil tindakan.

Hasil Analisa Parameter Pb Air Sumur dan Air Limbah PT Jaya Kertas Yang Diujikan Pada Laboratorium

Lokasi Sampling Kandungan Pb
(mg/L) Baku Mutu air Minum dan baku mutu air limbah (mg/L) Keterangan
Air Sumur Jaya Kertas 0,58 0,05 Melebihi
Air di Bak Kontrol Jaker 0,11 0,05 Melebihi
Air Sumur Jaya Kertas 0,07 0,05 Melebihi

Air Limbah Jaya Kertas 0,12 0,1 Melebihi
Pengambilan Sample 15 Maret 2006 oleh Staff kementrian Lingkungan Hidup

Dari tabel diatas menujukkan bahwa limbah PT Jaya Kertas mengandung Pb yang melebihi baku mutu dan bahkan sumur-sumur dikawasan PT Jaker pun sudah terkontaminasi oleh Pb. Jaker adalah satu-satunya industri kertas yang membuang Limbah cairnya ke Kali Klinter, selama 15 tahun terakhir PT Jaya Kertas memberikan kontribusi besar pada penurunan kualitas air di Kali Klinter. Kondisi pencemaran ini secara tidak langsung telah menimbulkan gangguan kesehatan seperti, sesak nafas , gatal , mual dan batuk terhadap ± 80 warga di empat desa yang berada di sepanjang Kali Klinter.

PT Jaker adalah satu-satunya industri yang membuang limbah cairnya ke Kali Klinter sehingga industri kertas inilah yang harus bertanggung jawab untuk melakukan rehabilitasi dan revitalisasi Kali Klinter.

Dari catatan ecoton gejolak sosial yang ditimbulkan PT jaker :
1. 1991 aksi penutupan gorong-gorong PT jaker di Desa Nglawak, karena bau busuk yang ditimbulkan oleh limbah cairnya, puluhan warga digelandang ke Polres Nganjuk
2. 1998, Aksi pemblokiran jalan masuk PT Jaker karena limbah jaker yang melalui Desa Nglawak, Lambang Kuning, Patianrowo, Pelem, Pisang dan Kemaduh menimbulkan bau busuk dan pada malam hari mengeluarkan gas yang menimbulkan dada sesak bagi warga yang tinggal di bantaran Kali Klinter
3. 2004,September penelitian Koling (komunitas Peduli Lingkungan ) ITATS dan ecoton menunjukkan bahwa limbah PT Jaker telah mencemari Kali Klinter dan melebihi baku mutu serta adanya indikasi pencemaran Timbal (Pb) di Air kali Klinter DR Yulfiah ahli lingkungan ITATS mengkhawatirkan Pb dan bahan beracun bawaan limbah Jaker telah mengkontaminasi sumur-sumur warga.
4. 2004, Nopember aksi 1500 warga menuntut penutupan outlet PT Jaker dan pemindahan saluranlimbah untuk tidak dibuang di Kali Klinter. Aksi ini mendapat dukungan dewan danakhirnya Bupari Nurhayati menyetujui desakan warga agar PT Jaker tidak membuang limbah di Kali Klinter, Bupati beserta jajaran Muspida dan camat Kertosono, Patianrowo, Baron dan Kepala Desa Kemaduh
5. 2007, Kamis, 20 September 2007, warga Kemaduh menuntut kepada Bupati Nganjuk untuk melakukan rehabilitasi dan revitalisasi Kali Klinter serta persediaan air bersih bagi warga disepanjang Kali Klinter.

Pemerintah Kabupaten Nganjuk harus tanggap dan proaktif untuk memberikan pengawasan kepada PT Jaker dan paksaan Pemerintah agar PT Jaker bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi di Kali Klinter, lamanya penanganan masalah Kali Klinter akan membuat masyarakat semakin marah dan akan semakin menurunkan wibawa Pemkab Nganjuk karena tidak becus menangani limbah PT Jaker.

Pemasok: Prigi Arisandi


Keterangan photo/gambar:
buangan PT jaya kertas