TerraNet: Gapura Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan
English Version | Halaman Depan | Milis Info | Jajak Pendapat | WebRing | Pola Kemitraan | Alamat Kontak | Buku Tamu
TerraMitra | TerraMilis | TerraKonferensi | TerraSearch | TerraKliping | TerraAgenda | TerraKartu | TerraJob | TerraKios

 

 

17 March 2008,
250 Harimau Sumatera Terpantau

Padang, Kompas - Sekitar 250 harimau sumatera dewasa terpantau di delapan habitat hidup di Pulau Sumatera. Jumlah harimau sumatera semakin sedikit akibat maraknya perburuan dan perdagangan liar harimau.

Jumlah harimau dewasa tahun 2007 diperkirakan lebih dari 250 ekor di 18 habitat harimau, meliputi taman nasional, hutan lindung, dan areal konservasi lain.

Hariyo T Wibisono, Tiger Conservation Program Coordinator Wildlife Conservation Society, Minggu (16/3), mengatakan, ”Perburuan harimau masih dilakukan karena peminat harimau terus bertambah. Selain ada yang dibunuh, sebagian harimau luka- luka terkena jerat. Ada yang akhirnya hanya bisa berjalan dengan tiga kaki,” ujar Hariyo.

Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat Indra Arinal mengakui, potensi konflik manusia-harimau di Sumatera Barat tergolong tinggi, nomor satu di Sumatera. Ini akibat dari perambahan hutan habitat harimau oleh manusia.

”Awal Februari terjadi tiga kali konflik manusia-harimau, menyebabkan tiga orang tewas dalam dua minggu,” kata Indra.

Wisnu Wardana, ahli bedah hewan, mengatakan, jumlah dokter hewan yang mempunyai keahlian menangani hewan liar sangat minim. Akibatnya, hewan liar yang luka sering terabaikan, padahal mereka butuh tempat rehabilitasi. ”Kami menggagas tempat rehabilitasi harimau di Kota Sawahlunto karena daerah itu strategis, di tengah Pulau Sumatera, serta masih ada lahan untuk rehabilitasi,” ujar Hariyo.

Sementara lokasi pelepasliaran harimau yang terlibat konflik dengan manusia juga sulit didapatkan. ”Hampir seluruh area sudah dirambah manusia,” kata Bastoni, Kepala Penyelamatan Konservasi Harimau Sumatera (PKHS). (ART)